Kutipan Selaras Hidup

Bila nanti.. aku milikmu sepenuhnya.
Saat ini,kau belum mengenalku sepenuhya. Mungkin saat ini kau hanya mengenalku hanya sebatas keseharianku.

Aku tak akan pernah tau dengan siapa aku akan di takdirkan. Aku belum mampu menerka apakah kamu yang melintas di depan ku,apakah kamu yang selalu dalam doa ku atau mungkin ada seseorang yang sedang khusuk meminta ku tuk hidup bersamanya.

Mungkinkah itu sahabat baik ku sendiri? Atau kamu teman organisasiku,atau kamu orang sudah sekian lama mengenalku? Atau kamu yang baru saja mengenalku dengan tulisan-tulisan yang sering ku tulis? Atau bahkan kau seseorang yang tak pernah ku kenal sebelumnya.

Selain mengidamkan yang sholeh dan berilmu dalam mendidikku,aku tidak pernah mengharuskan orang yang mapan,tapi sebagai wanita aku menginginkan dia mau tetap berusaha dan bekerja agar tak menyusahkan orang lain dan kufur nikmat.

Siapapun kamu…

Bila nanti aku milikmu seutuhnya..
Kuharap.. dalam hal saling mengenal atau tidak saling mengenalkan kita. Alloh senantiasa mampukan kita untuk menerima segala kekurangan,kelebihan dan keadaan masing-masing.

Karena untuk hati mu ku akan terus bertahan.. dalam setiap perjalanan tak akan mungkin tak meninggalkan bekas suka maupun duka. Kau terlalu jauh… kau sebagian dari novel yang sering ku tulis dan tak akan habis ku baca sendiri.

.

…. Aku Yang Selalu dan Hanya Bisa Menunggu

Di bawah ku bersujud untuk kebaikan ku serta orang-orang yang menyayangiku. Di antara henting waktu istirahat ku meminta kebaikan untuk kita dalam sebuah pertemuan yang telah Alloh persiapkan. Dengan cara ku sendiri ku mencoba menahan untuk mengutuk nafsu agar tetap terjaga dalam setiap peraturan yang telah ku buat.


Aku memintamu melalui tulisan yang sering ku goreskan. Karena untuk meminta pun aku terasa bisu. Tak mampu rasa uluh hati ku menerima saat ku harus mengucapkan rasa kesal karena sifat jahiliyah ku. Maafkan aku yang terlalu merindu. Nanti,, ntah mungkin aku akan menyadari.

Bagian rumit yang pernah terjadi saat ku harus memasrahkan apa-apa yang datang dan sekelumit cerita yang ada dalam sebuah rasa manis dan pahit yang sering ku temui .

Namun… semua sudah menjadi jalannya harus terjadi untuk hidup kedepan dalam arti kata kau dan aku saling dipertemukan pada suatu titik hati yang menyatu yaitu dengan kata kau akan merindukan aku sebagai apapun dalam hidupmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadwal Terakhir di Tahun 2017 "STUDY in PARE"

HijrahKu

BATIK CIPRAT SIMBATAN